Reader Comments

Unicef

by area seoku (2019-11-01)


Aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi di seluruh Indonesia hingga melibatkan para pelajar SMK, memicu reaksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan menjunjung hak-hak mereka untuk menyuarakan pandangan mereka di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan dan intimidasi berdasarkan Undang-undang Nasiona dan International.

UNICEF mencatat pada beberapa hari terakhir, anak-anak terperangkap dalam kekerasan dan berdasarkan sejumlah laporan yang kredibel ada anak-anak yang ditangkap dan ditahan selama lebih dari 24 jam. 

“Kita harus tetap teguh dalam menegakkan dan melindungi hak-hak anak setiap saat,” tegas Perwakilan UNICEF di Indonesia Debora Comini, release tertulisnya, Selasa(1/10/2019).

“Anak-anak dan remaja di Indonesia memiliki hak untuk mengekspresikan diri dan terlibat dalam dialog tentang masalah yang mempengaruhi mereka, dan kita harus memastikan mereka mendapat dukungan yang sigap dan tepat jika mereka terlibat dengan hukum,” tambahnya.

Konvensi PBB tentang Hak Anak mengakui hak anak untuk kebebasan berserikat dan kebebasan berkumpul secara damai.

Sejalan dengan Konvensi Hak-Hak Anak, Undang-Undang Perlindungan Anak Indonesia menjamin hak setiap anak di Indonesia untuk berbicara dan didengarkan pendapatnya, termasuk dalam masalah politik, serta melindungi mereka dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik, dan kerusuhan sosial. 

“Aksi protes ini mengingatkan kita bahwa ada kebutuhan untuk menciptakan peluang yang bermakna – baik onlinemau pun offline– https://republikseo.net/cara-berhenti-donasi-unicef/ untuk anak-anak dan remaja menyuarakan pandangan mereka dengan bebas dan damai di Indonesia,” kata Comini.